Tiada rotan, akarpun jadi. Tiada ruang pertemuan, lapangan bulu tangkispun tidak masalah. Udara dingin di bawah langit cerah di salah satu desa Kecamatan Pajangan, Bantul, menambah suasana kental, santai yang sesekali diikuti gelak tawa warga yang mendengarkan paparan Budi Djarot tentang pengalamannya berpolitik. Diakui bahwa dirinya tidak pernah nyoblos atau golput selama ada Pemilu sejak era orde baru, "jangan-jangan nanti nggak ada yang nyoblos saya karena selama ada Pemilu saya golput," ungkap Budi Djarot diikuti gelak tawa warga. Golput yang pernah dilakukan Budi Djarot hanya sebatas gerakan moral korektif terhadap penyelenggaraan demokratisasi basa-basi di era Soeharto. "Tapi jangan golput sebagai gerakan politik, itu bahaya!!!" tegasnya. Golput sebagai gerakan politik menurut Budi Djarot akan berdampak negatif, hanya akan memlahirkan masyarakat a politis yang tidak sesuai dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yang Pancasilais.
Showing posts with label caleg yogyakarta 2014. Show all posts
Showing posts with label caleg yogyakarta 2014. Show all posts
Politik Pra Bayar dan Maraknya Ungkapan "Wani Piro."
Nongol di koran lokal bukan hal baru, pemunculannya di media kali ini Budi Djarot menolak tuduhan munculnya budaya "Politik Prabayar" semata karena faktor kondisi ekonomi masyarakat, sehingga berkembang saat ini sebutan "wani piro" bagi mereka yang ingin nyaleg atau nyalon kepala daerah. "Budaya politik prabayar itukan gara-gara politisi yang gila kekuasaan, dengan segala cara dilakukan bahkan sampe membagi duit untuk membeli suara dalam pemilihaan legeslatif maupun eksekutif." Jadi jangan salahkan rakyat kalau saat ini berkembang ungkapan "wani piro" yang justru menjadi momok bagi para politisi. "Itu namanya, senjata makan tuan," tambahnya. (BT/11/13)
Subscribe to:
Posts (Atom)
